erickbobo

Karena setiap kata,ada maknanya…

Samsung Galaxy Nexus dirilis, Apple menggugat

Jerman – Perang hukum antara Apple dan Samsung rupanya terus memanas. Awal tahun 2012 ini, Apple kembali melakukan serangan terhadap handset Samsung Galaxy Nexus di pengadilan Jerman.

Pengacara Apple memperkarakan Galaxy Nexus, handset pertama yang memakai sistem operasi Ice Cream Sandwich atau Android 4.0. Dikutip detikINET dari TechRadar, Sabtu (21/1/2012), Apple mengklaim Galaxy Nexus menjiplak fungsionalitas terkait slide to unlock di sistem operasi iOS yang sudah dipatenkan.

Dengan memperkarakan Galaxy Nexus, berarti tidak hanya Samsung yang diserang Apple melainkan juga Google. Sebab Galaxy Nexus dibuat Samsung bekerja sama dengan Google sebagai handset Android 4.0 generasi pertama.

“Tuntutan properti intelektual melawan Android terus meluas. Sepengetahuan saya, ini adalah serangan legal pertama yang eksplisit terhadap Galaxy Nexus,” kata pakar paten, Florian Mueller.

Mueller menilai keputusan Apple menggugat Galaxy Nexus adalah serangan frontal terhadap Google. Cukup beralasan memang karena Google adalah pencipta Android, sistem operasi yang saat ini terpopuler di dunia.

Belum ada indikasi sampai kapan perang gugatan antara Apple dan Samsung berakhir. Pertikaian ini berawal ketika pertengahan tahun 2011, Apple menilai lini ponsel beserta tablet Galaxy Samsung menjiplak mentah-mentah iPhone dan iPad.

sumber: detikinet.com

5 Situs Alternatif Setelah Kematian Megaupload

Jakarta – Situs file sharing sejatinya masih berjamur di internet. Alhasil, ketika satu dimatikan — seperti yang dialami Megaupload — maka masih banyak situs-situs sejenis yang bisa menjadi pilihan alternatif. Berikut 5 di antaranya.

1. RapidShare

Dilansir International Business Times, RapidShare menjadi salah situs file sharing yang populer saat ini. Situs ini memungkinkan pengguna untuk mengupload file berukuran besar dan mengirimkan linknya ke teman Anda untuk di download.

Yang Anda perlu lakukan tinggal sign up untuk membuat akun. Setelah itu maka Anda bisa mengupload file yang dikehendaki untuk disimpan selama mungkin.

Jika ingin menjadi anggota RapidPro, biaya yang dibutuhkan USD 13 per bulan atau USD 130 per tahun. Dengan keanggotaan khusus tersebut, file Anda tidak akan expired, dan file yang tersimpan dan ditransfer akan terenkripsi.

2. MediaFire

Situs ini menjanjikan cara yang sederhana untuk file yang diupload dan disharing, filosofinya adalah drag and drop. Layanan yang ditawarkan adalah media penyimpanan file yang unlimited.

Hanya saja dengan akun gratisan, pengguna cuma bisa mengupload file tak lebih dari 200 MB. Dan file tersebut biasanya juga cuma tersimpan 30 hari.

Nah, paket yang berbayar atau akun MediaFire Pro dihargai USD 9 per bulan. Dengan keanggotaan tersebut, pengguna bisa mengupload file sampai 2 GB untuk sekali pengoperasian. Hal itu belum termasuk fasilitas masa penyimpanan yang tanpa batas dan tak perlu diganggu iklan.

3. YouSendIt

YouSendIt juga telah ada sejak lama dan kini sudah tumbuh sebagai salah satu pilihan untuk sharing file di dunia maya. Sama seperti layanan lainnya, pengguna bisa menggunakan akses gratis atau berbayar di situs ini.

Dimana pengguna gratisan harus rela diganggu oleh iklan, namun memiliki storage hingga 2 GB. Sementara untuk yang berbayar ada dua jenis: YouSendiIt Pro dikenai biaya USD 10 per bulan atau USD 50 per tahun. Sedangkan YouSendiIt Pro Plus dipatok USD 15 per bulan atau USD 149 per tahun dan akan mendapat storage dan batasan upload unlimeted.

4. Minus

Minus mengawali kiprahnya sebagai layanan image sharing. Namun belakangan kian populer dalam urusan file sharing. Anda dapat dengan mudah men-drag and drop file yang diinginkan di situs ini, lalu mengirimkan short link-nya ke para rekan. Setelah itu bisa dilihat di web, mendownloadnya, bahkan membuka serta mengkolaborasikannya sebelum dikirim ulang.

Membuka akun di Minus, Anda akan mendapat storage 50 GB, dan bisa mengupload file hingga 2 GB. Pengguna Minus juga dimudahkan dengan fasilitas aplikasi mobile dan browser extension untuk membuat aktivitas sharing dan download lebih mudah.

5. Dropbox

Inilah situs yang di Indonesia juga tengah populer. Dropbox merupakan penyedia layanan free file hosting yang mendukung direct linking. Yaitu mendownload langsung menuju file-nya, tanpa harus membuka situs Dropbox dan menanti waktu tunggu.

Dropbox dapat menjadi pilihan untuk tempat sharing dokumen, foto, serta video. Dropbox didirikan pada tahun 2007 oleh Drew Houston dan Arash Ferdowsi yang merupakan mahasiswa MIT. Dan konon, kini telah digunakan oleh lebih dari 45 juta pengguna.

sumber: detikinet.com

3 Pelajar Indonesia Sabet Emas di Olimpiade Fisika Internasional

Jakarta – Tiga pelajar asal Indonesia binaan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya menyabet tiga medali emas dari Olimpiade Fisika Internasional. Olimpiade yang bertajuk ‘International Zhautykov Olympiad (IZhO)’ itu diselenggarakan pada 14-20 Januari 2012 di Almaty, Kazakhstan.

“Kita mengirim tim 4 orang, 3 dapat emas, 1 perunggu,” kata Pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia STKIP Surya, Hendra Kwee, kepada detikcom, Sabtu (21/01/2012).

Para pelajar yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional itu adalah Erwin Handoko Tanin (18) siswa SMA Sutomo 1 Medan, Limiardi Eka Sancerio (17) siswa SMAK Penabur Gading Serpong, Albert Datui (17) siswa SMAK Penabur Gading Serpong, dan Indhika Fauzan Warsito (17) siswa SMAN MH Thamrin Jakarta. Ada pun Erwin, Limiadi, dan Albert berhasil meraih Medali Emas, sedangkan Indhika berhasil meraih perunggu.

Dijelaskan Hendra, tim Indonesia itu berangkat ke Kazakhstan dengan biaya sendiri. Pihaknya hanya selaku pembina.

“Ini kegiatan yang setiap tahun ikut. Kami hanya melakukan pembinaan. Jika ada siswa yang tertarik, silahkan. Kami tidak ada pendanaan, khusus untuk pembinaan. Jadi mereka berangkat dengan biaya sendiri,” jelas Hendra.

Soal bantuan dari pemerintah, Hendra mengaku tidak ingin terhalang oleh permasalahan birokrasi. Selain itu, pengalamannya dengan kementerian terkait semakin menguatkan dirinya untuk tidak dulu berurusan ke sana.

“Masalahnya kalau dengan pemerintah itu jauh lebih rumit birokrasinya. Banyak masalah birokrasi yang tidak mereka buka ke publik sistemnya seperti apa,” ujar Hendra.

Terkait pengalaman, Hendra menuturkan, dulu Diknas pernah melakukan seleksi untuk go International tapi mereka tersingkir. “Kami tahu anak ini bagus terbukti sekarang menang,” kisah Hendra.

Olimpiade tingkat SMA itu diikuti oleh 18 negara. Penutupan kegiatan itu telah dilakukan kemarin.

“Hari ini seperti sudah penerbangan pulang,” imbuh Hendra.

dikutip dari : detik.com

Seandainya US menyerang Indonesia? berapa biaya yang dibutuhkan?

@erickbobo

Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

~Begitu memasuki perairan dataran indonesia, mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan “Uang Damai”, coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.

~Kemudian mereka mendirikan Base camp militer , bisa di tebak di sekitar base camp pasti akan di kelilingi oleh penjual Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp. 10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.

~Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank – tank lapis baja yang di parkir dekat base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan.

~Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Mr. Cepe yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepe.

~Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus di keluarkan.

~Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya, AMPUN!!, gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.

~Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan penduduk setempat dari “Flying helicopter” alias wc terapung di atas sungai.~Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yangsiap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di dempul dan cat ulang bisa dijual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.Target sedang di intai…

~Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.~Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada haji Husin, haji mamat, dan engkong jai’ para pemilik tanah. Disamping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus disiapkan untuk meng-Amplopi pejabat-pejabat ini

Dikutip dari : http://galau.blogdetik.com/2012/01/18/seandainya-us-menyerang-indonesia-aneh-juga-ngebayanginnya/

10 Kerusakan umat islam Dalam Perayaan Tahun Baru Masehi

Oleh Muhammad Abduh Tuasikal


Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun.

Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Semoga artikel yang singkat ini bisa menjawabnya.

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.

Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]

Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.

Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.

Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram

Perlu diketahui bahwa perayaan (‘ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.’”[2]

Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (‘ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi.

Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.

Perhatikan penjelasan Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, komisi fatwa di Saudi Arabia berikut ini:

Al Lajnah Ad Da-imah mengatakan, “Yang disebut ‘ied atau hari perayaan secara istilah adalah semua bentuk perkumpulan yang berulang secara periodik boleh jadi tahunan, bulanan, mingguan atau semisalnya. Jadi dalam ied terkumpul beberapa hal:

Hari yang berulang semisal idul fitri dan hari Jumat.
Berkumpulnya banyak orang pada hari tersebut.
Berbagai aktivitas yang dilakukan pada hari itu baik berupa ritual ibadah ataupun non ibadah.
Hukum ied (perayaan) terbagi menjadi dua:

Ied yang tujuannya adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan hari tersebut dalam rangka mendapat pahala, atau
Ied yang mengandung unsur menyerupai orang-orang jahiliah atau golongan-golongan orang kafir yang lain maka hukumnya adalah bid’ah yang terlarang karena tercakup dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengada-adakan amal dalam agama kami ini padahal bukanlah bagian dari agama maka amal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Misalnya adalah peringatan maulid nabi, hari ibu dan hari kemerdekaan. Peringatan maulid nabi itu terlarang karena hal itu termasuk mengada-adakan ritual yang tidak pernah Allah izinkan di samping menyerupai orang-orang Nasrani dan golongan orang kafir yang lain. Sedangkan hari ibu dan hari kemerdekaan terlarang karena menyerupai orang kafir.”[3] -Demikian penjelasan Lajnah-

Begitu pula perayaan tahun baru termasuk perayaan yang terlarang karena menyerupai perayaan orang kafir.

Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“[4]

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [5]

An Nawawi -rahimahullah- ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni.

Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”[6]

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).

Beliau bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [7]

Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[8]

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid.

Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan.

Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.

Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”

Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,

وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.

“Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”

Ibnu Mas’ud lantas berkata,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” [9]

Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru

Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).

Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.

Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan.

Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah.

Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat.

Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”[10]

Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya.

Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.

Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[11]

Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”[12]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.

Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14] Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir.

Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.

Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan.

Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17]

Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[18]

Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[19] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!

Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia.

Maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia.

Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan).

Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”[20]

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [21]

Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.

Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[22]

Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]

Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru.

Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia.

Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.

Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

dikutip dari : eramuslim.com

Penyakit hati bernama ‘Sombong’

Sebagai makluk yang hidup bermasyarakat, manusia tidak bisa menghindarkan diri dari interaksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya. Tanpa kita sadari, interaksi sosial tersebut secara langsung ataupun tidak memaksa kita untuk berhubungan maupun berkomunikasi dengan orang lain. Dalam interaksi itulah, terkadang memunculkan perasaan bersaing antara satu dengan yang lain. Hal itu muncul dikarenakan adanya perasaan merasa ‘lebih’. Hal inilah yang kemudian disebut dengan istilah sombong atau al-kibr. Al-kibr secara bahasa berarti besar, secara istilah bisa diartikan perasaan (merasa lebih) besar dibandingkan dengan orang lain. Konteks besar di sini tentu bukan berarti dalam hal fisik namun dalam perasaan.
Sa’id Hawwa dalam Tazkiyatunnafs: Intisari Ihya Ulumuddin mengategorikan sombong menjadi dua macam: sombong dzahir dan sombong bathin. Sombong dzahir adalah kesombongan yang dilakukan oleh anggota tubuh. Sedangkan sombong bathin adalah sombong yang dilakukan oleh hati. Sombong bathin lebih berbahaya daripada sombong dzahir. Bagaimana tidak? Apabila kita renungkan, ternyata memang tingkah laku seseorang merupakan akibat dari yang tergolak dalam hati (bathin)-nya. Bagiamanapun ketika seseorang melakukan sesuatu hal tentu mengikuti apa yang terdetik dalam hatinya. Maka benar kiranya hadits Nabi yang mengatakan bahwa segala perbuatan itu tergantung pada niatnya. Karena memang, niat adalah yang menentukan gerak anggota badan setelah itu.
Kesombongan bathin akan memaksa anggota tubuh untuk melakukan hal-hal yang bersifat sombong, maka ketika berbuatan tersebut dilakukannya disebut dengan takabbur dan ketika hanya terdetik di dalam hati disebut al-kibr. Kesombongan bermuara dari keinginan untuk mendapatkan kepuasan diri dan cenderung untuk memperlihatkan kepada orang lain hal yang ingin disombongkannya. Oleh karena itu, kesombongan memerlukan dua hal: orang yang sombong (mutakabbir bihi) dan orang yang disombongi (mutakabbir alaihi). Dua hal inilah yang membedakan antara sombong dan ‘ujub karena perasaan ‘ujub tidak membutuhkan orang yang disombongi. Kebiasaan memuji atau memuliakan diri sendiri terkadang menjerumuskan kita ke dalam perasaan ‘ujub. Walaupun tidak diketahui oleh orang lain, namun perasaan ‘ujub akan mendekatkan dan menjerumuskan kita kepada kesombongan. Untuk itulah kita harus berhati-hati ketika telah muncul ‘ujub dalam hati.
Kesombongan berasal dari sifat suka memuliakan diri dan seseorang tidak akan memuliakan dirinya sendiri kecuali meyakini bahwa ia memiliki sifat-sifat yang sempurna. Setidaknya ada dua kategori sebab seseorang bersifat sombong, yakni dalam urusan agama dan dunia. Dalam urusan agama, seseorang bersifat sombong karena ilmu dan amal perbuatannya. Sedangkan dalam urusan dunia, seseorang sombong disebabkan oleh keturunan (nasab), kecantikan, kekuatan, harta dan pengaruh.
Sebab pertama: Ilmu. Godaan serta dorongan terbesar dan terberat untuk sombong menurut Sa’id Hawwa adalah kepada pada orang-orang yang berilmu (ulama’). Orang-orang yang berilmu tersebut merasa mulia dan lebih tinggi derajatnya dikarenakan terbuai oleh kemuliaan, keindahan dan kesempurnaan ilmu yang dimilikinya sehingga dia menganggap rendah orang lain yang tidak berilmu. Ia menganggap orang lain bodoh dan tidak tinggi derajatnya sebagaimana dia. Ia ingin agar orang lain menghormatinya dengan ilmu yang dimilikinya. Sebagaimana termaktub dalam surat al-Mujadalah 11, orang-orang yang berilmu akan dinaikkan derajatnya lebih tinggi. Dalam memaknai derajat dalam ayat ini jangan sampai salah sebagai derajat duniawi yang justru menjerumuskan kita kepada kehinaan. Dan perlu kita ingat bersama, hisab pertama dan terberat adalah kepada para orang-orang yang berilmu.
Sebab kedua: Amal dan Ibadah. Tidak berbeda dengan orang-orang yang berilmu, ternyata para ahli ibadah juga banyak digoda dengan penyakit hati ini. Perasaan lebih mulia dari orang lain disebabkan karena ibadah yang dijalankannya lebih banyak dan sebagainya sangatlah berbahaya. Bagaimana tidak, perasaan yang terkadang muncul tanpa disadari tersebut sebenarnya justru menyebabkan salahnya niat. Dan ketika niat tidak lagi lurus, tidak hanya untuk Allah semata, maka seseorang tersebut terancam menduakan Allah SWT. Na’udzubillah. Maka ketika seseorang sedang beribadah berfikir tentang tingginya derajat yang dimilikinya, maka bisa dipastikan ada yang salah dalam ibadah yang dilakukannya.
Sebab ketiga: Garis Keturunan (Nasab). Suatu ketika, Abu Dzar al-Ghifari berdebat dengan seseorang. Kemudia dia berkata: “Wahai keturunan orang hitam (negro).” Seketika. Rasulullah menegur sembari berkata, “Wahai Abu Dzar, tidaklah orang yang berkulit putih lebih utama daripada orang yang berkulit hitam.” Menyadari kesalahannya, Abu Dzar berbaring dan berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan injak pipiku” (Riwayat Ibnu Mubarak). Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar, “Sadarlah, sesungguhnya kamu tidak lebih mulia daripada orang yang berkulit merah atau hitam kecuali ketaqwaanmu lebih tinggi daripadanya.” Sebuah pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kisah Abu Dzar tersebut bahwa sahabat Nabipun tidak terhindar dari sifat sombong, apalagi kita. Ketika seseorang memiliki nasab yang baik, sebut saja seorang bangsawan kerajaan (darah biru) sudah seharusnya tidak menganggap rendah orang lain, karena memang yang membedakan antara satu hamba dengan hamba yang lain adalah ketaqwaannya.
Sebab keempat: Kecantikan. Poin keempat ini tidak dimaksudkan untuk mendeskreditkan kaum wanita. Namun memang demikian yang terjadi, banyak kaum wanita yang tergoda untuk menyombongkan diri dikarenakan kecantikannya. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa suatu hari ada seorang wanita yang menemui Nabi. Siti Aisyah yang ada ketika itu mengatakan, “Wanita itu pendek,” tersirat dari gerakan tangannya. Nabi SAW kemudian mengatakan, “Kamu telah menggunjingnya.” Sudah seharusnya kita menjaga diri dari kesombongan hanya karena kecantikan ataupun ketampanan. Karena memang Allah SWT tidak akan melihat ketampanan atau kecantikan kita, namun yang dilihat adalah hati.
Sebab kelima: Harta. Apabila mau merenungkan, sesungguhnya harta yang kita miliki saat ini hanyalah titipan Allah SWT yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Ketika sadar akan hal itu, sudah seharusnya tidak muncul perasaan sombong dikarenakan banyaknya harta yang sudah diraihnya.
Sebab keenam dan ketujuh: kekuatan serta pengaruh. Apabila dicermati, kedua sebab ini sebenarnya berkaitan. Ketika seseorang merasa kuat dalam arti fisik, maka dia pun memiliki pengaruh ataupun pengikut serta pendukung. Kekuatan fisik yang dimiliki seseorang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk menolong orang lain yang lemah. Ketika memberikan pertolongan ini tidak seharusnya dibarengi dengan perasaan lebih ‘kuat’. Namun godaan untuk memunculkan sifat seperti itu tentulah ada. Begitu juga terkait pengaruh. Terkadang ketika seseorang merasa mempunyai pengaruh yang besar, sering diganggu perasaan ingin dihormati, disegani dan ditakuti oleh orang lain. Perasaan ini tentu muncul karena perasaan tingginya derajat yang mereka miliki.
Perlu direnungkan, sesunggunya kesombongan itu hanyalah miliki oleh Allah SWT sebagaimana sifat al-mutakabbir yang dimilikinya. Tidak ada hak untuk sombong bagi seorang hamba. Maka sudah seharusnya kita menghidarkan diri dari penyakit hati yang satu ini.

Dikutip dari : kompasiana.com

@erickbobo

Bisnis Online

Hmmm, akhirnya blog ku mulai menunjukkan eksistensinya di jagad dunia maya. Setelah melalui usaha yang keras dan promosiin sana sini, akhirnya udah terindeks juga di mesin pencari om Google dan Yahoo. Bahkan untuk beberapa keyword tertentu berhasil memuncaki klasemen atas di mesin pencari Google.

Mungkin karena itu pula, minggu ini udah ada 2 orang yang mengirimi saya email perihal kerjasama periklanan di blog saya. yang satu dari Indonesia, satunya lagi orang luar negeri. Mereka meminta perihal prosedur dan tarif pemasangan iklan di blog ku. Tapi,,, saya masih bingung maunya pasang tarif berapa, takutnya kemahalan atau justru terlalu murah. Benar-benar buat saya pusing. Makanya sampai saat ini emailnya belum saya balas-balas juga. Harus cari konsultan dulu nih agar penawaran yang saya pasang tetap menarik. Agar bisa sama-sama untung. Semoga aja bisa menjadi pendapatan sampingan. Amin 😀 @erickbobo

Selamat Datang di Duniaku

Selamat Datang di blog saya. Sebuah blog yang menjadi tempat menulis apa yang ingin aku ungkapkan dengan tulisan yang bisu, tapi penuh makna. Deretan kalimat yang tercipta dari hati seorang lelaki biasa, sederhana dan pastinya bukan playboy! Mencari jati diri yang akupun tidak tahu dimana rimbanya. Tapi yang pastinya ada Tuhan yang selalu membimbing kita untuk menemukan keESAanNYA. Semoga kita semua bahagia dengan apa yang kita punya,dengan diri kita apa adanya,dan dengan kisah hidup yang telah kita rangkai dalam memori waktu. @erickbobo

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Post Navigation